Mengikuti perkembangan dunia saat ini, Anda akan dapat membandingkan betapa berbedanya kehidupan di masa lalu, saat mungkin teknologi baru saja ditemukan dan terseok untuk dapat merangkak karena keterbatasan. Bagaimana dahulu untuk mengirim sepucuk pesan singkat saja butuh waktu mungkin lebih dari satu hari bergantung dari jarak tempuh tujuan
pesan tersebut. Namun sekarang, tak sampai sekejap mata, pesan yang Anda kirim sudah sampai ke belahan dunia lainnya.

Hal ini pun berlaku dalam segala sektor, termasuk juga bisnis di dalamnya. Makin berkembangnya ragam model bisnis yang ada saat ini menunjukkan betapa sebenarnya kebutuhan manusia ini tidak ada habisnya. Makin lama, kita makin senang jika dijejali hal-hal yang memudahkan, termasuk juga transaksi jual beli yang lebih mudah tentunya.

Mengingat begitu pesatnya teknologi berkembang saat ini, hingga akhirnya memunculkan sebuah temuan bernama internet yang dari sinilah segala aktivitas manusia saat ini dikumpulkan, pun dengan jual beli dan kegiatan bisnis lainnya.

Kemudahan transaksi yang tidak memerlukan proses tatap muka langsung, hanya lewat perangkat saja tentu membuat konsumen atau pelanggan ketagihan melakukan proses jual beli. Klik, klik, dan pesanan akan diantar ke alamat yang telah dimasukkan saat proses pembelian.

Bukan hanya sangat menguntungkan untuk pembeli, penjual pun juga diberi keuntungan yang sama besarnya. Penjual saat ini tak perlu direpotkan dengan rumitnya operasional seperti sewa tempat dan lainnya, segalanya dilakukan mobile hanya lewat perangkat. Bahkan Anda dapat hanya perlu mencari pelanggan saja, dengan mengambil sekian untung, barang dikirim dari tempat produsen dan langsung dikirim ke konsumen. Sistem seperti ini disebut dengan dropshipper.

Meski terbilang menguntungkan dan mudah, namun tentu semuanya memiliki resiko dan kecenderungan untuk memiliki kekurangan dan potensi buruk lainnya. Kemudahan yang ditawarkan oleh bisnis secara online ini membuat Anda sebagai pembeli bahkan penjual rentan terhadap penipuan.

Tak hanya itu, reputasi dari bisnis Anda pun juga punya resiko untuk mendapatkan tudingan buruk meski sebenarnya tudingan tersebut sama sekali tidak benar. Namun, kecepatan sebaran rumor yang terjadi di dunia maya, akan dengan mudah menjadikan bisnis Anda seakan menjadi bisnis dengan sistem ajaib yang sering panen duwit ora umum.

Hal inilah yang dirasakan oleh beberapa pebisnis, khususnya yang memulai bisnisnya dengan jalan multilevel marketing. Karena mindset beberapa orang yang berpikir bahwa sistem piramida dari bisnis multilevel marketing memberikan keuntungan yang tidak masuk akal, banyak yang takut bahkan sama sekali enggan berurusan, bahkan hanya untuk sekadar mendengar penjelasan dari sales yang menjajakan bisnis tersebut.

Padahal, tidak semua dari perusahaan yang memiliki sistem multilevel marketing menjadikan sistem bisnisnya tersebut untuk meraup untung sebanyak-banyaknya. Karena ketidakjelian
dan kurangnya pemahaman, banyak yang akhirnya berakhir rugi justru menyalahkan sistem dan perusahaan. Sangat disayangkan.

Salah satu dari sekian perusahaan multilevel marketing yang mendapat celaan karena hal tersebut adalah qnet. Banyak dari mantan anggota bisnis ini mengaku bisnis qnet penipuan. Dengan mengatakan modal yang tidak kembali, atau biaya menjadi anggota yang terlalu mahal, dan masih banyak alasan lainnya. Satu hal yang perlu diingat bahwa yang namanya bisnis adalah sesuatu yang perlu dikerjakan dan dikembangkan. Tidak mungkin kita hanya berdiam diri saja uang akan datang sendiri.

Untuk itulah, mempelajari bisnis sebelum bergabung adalah keharusan, ditambah dengan melakukan riset kecil seperti membandingkan model bisnis yang sama dari perusahaan lainnya. Dari
situ, akan Anda dapat langsung bandingkan apakah benar bisnis ini merupakan bisnis yang meragukan dan merugikan?