Semakin tahun, pengeluaran pastinya makin besar. Entah harga yang semakin naik ataupun adanya pengeluaran lain diluar kebutuhan biasanya. Apalagi untuk orang tua baru yang mempunyai anak atau baru menikah. Mereka harus sudah memikirkan jangka panjang 10 – 15 tahun kemudian. Menikah pastinya menginginkan adanya keturunan. Maka dari itu pembiayaan pastinya bertambah. Salah satunya untuk dana pendidikan.

Ditahun sekarang saja, biaya pendidikan sangatlah mahal, apalagi nanti 10 tahun mendatang. Itulah kenapa untuk orang tua baru harus memikirkan pendidikan anak kedepannya. Seberapa tinggi anak akan menempuh pendidikan. Tentunya sebagai orang tua menginginkan anak menggapai pendidikan setinggi mungkin.

Perbedaan asuransi atau tabungan pendidikan

Sekarang beberapa bank dan Lembaga sudah menyediakan asuransi pendidikan atau tabungan pendidikan anak. Sama seperti asuransi atau tabungan kesehatan namun bedanya untuk pendidikan. Ternyata asuransi dan tabungan pendidikan ini memiliki resiko yang berbeda. Ini perlu diketahui untuk tidak adanya kesalahan.

  1. Nilai perlindungan

Ketika memilih tabungan pendidikan pastinya ini di salah satu bank yang tersedia. Walaupun sudah memilih bank terbaik sekalipun, tabungan pendidikan tidak memiliki nilai perlindungan yang tinggi oleh pihak bank.

Lain halnya ketika memilih asuransi pendidikan. Mereka akan memberikan nilai perlindungan yang tinggi. Namun itu semua tergantung seberapa besar uang yang dibayarkan. Semakin besar yang disetorkan, maka semakin besar pula nilai perlindungan dana yang didapatkan.

  1. Keuntungan yang didapat

Tabungan pendidikan sama halnya dengan produk tabungan lainnya di bank. Mereka menerapkan sejumlah bunga yang harus dibayarkan nasabah. Walaupun jumlahnya tidak terlalu besar tetap saja harus membayar yang sudah ditentukan oleh BI secara pasti..

Bedanya dengan asuransi pendidikan adalah pengelolaan dilakukan oleh lembaga atau perusahaan asuransi dalam bentuk investasi. Pastinya ada keuntungan yang didapat didalamnya walaupun bunga tidak statis.

  1. Pihak penjamin

Seperti yang sudah diketahui, pastinya pihak yang mengeluarkan keduanya berbeda. Tabungan dikeluarkan oleh bank dan dijamin oleh Penjamin Pinjaman (LPS). Ini merupakan pihak yang berwenang untuk memberikan jaminan atas keuangan yang dikeluarkan pihak perbankan di Indonesia.

Dengan adanya pihak penjamin ini, bila ada suatu permasalahan dari pihak bank, maka tabungan yang ada akan tetap aman. Nasabah akan tetap mendapat haknya secara penuh.

Beda halnya dengan asuransi, ini dimiliki oleh perusahaan asuransi. Asuransi bukan tabungan yang memiliki pihak penjamin sehingga memiliki resiko besar ketika ada permasalahan di perusahaan tersebut. Walaupun begitu ada kelebihan lainnya yang bisa didapat dari perusahaan asuransi.

Itulah beberapa perbedaan antara tabungan pendidikan atau asuransi pendidikan. Bisa juga tidak memilih diantara keduanya, bisa jadi membuka bisnis untuk sang anak besar nantinya. Itu lebih baik bahkan bisa lebih besar ketimbang menabung atau asuransi.